PENGARUH BIAYA PRODUKSI TERHADAP STRATEGI PEMASARAN TERHADAP PERUSAHAAN (STUDI KASUS PT SARIWANGI

MAKALAH

PENGARUH BIAYA PRODUKSI TERHADAP STRATEGI PEMASARAN SEBUAH PERUSAHAAN

Disusun untuk memenuhi tugas

Mata kuliah : Manajemen Produksi dan Operasi Terapan

Dosen : Zaharudin, MM.,Ph.D, DR. Rufman SE MM






Oleh :

KELOMPOK 6

Dedi Ruswandi 332201440104

Deny Sunandar 332201440094

Evan Giant Permana 332201440070

Asep Farid Turmudi 332201440049

Haris Dwi Nugroho 332201440014

2020




KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT yang telah menciptakan langit dan isinya serta menjadikan yang di dalamnya berpasang-pasangan. Sehingga apa yang terjadi di dunia ini akan terjadi sesuai kehendak-Nya

Hanya petunjuk-Nya yang mampu mengantarkan kita pada jalan kebenaran dan senantiasa pada kebaikan. Do'a tak akan lupa kami ucapkan kepada-Nya agar semua yang kita rencanakan bisa berjalan dengan lancar dan mencapai hasil yang maksimal.

Sholawat serta salam tak lupa kami ucapkan kehadirat nabiyullah Muhammad SAW yang telah mendidikan para pendahulu-pendahulu kita dari jalan yang penuh kesesatan menuju jalan yang penuh rahmat dan hidayah-Nya, jalan yang diridloi-Nya dan jalan yang terang benderang yaitu Agama Islam.

Sesungguhnya kenikmatan terbesar yang telah diberikan oleh Allah kepada kita, kenikmatan paling sempurna dan abadi adalah Allah telah menuntun kita kepada Islam. Agama Allah yang telah diturunkan bersamamnya sebagai kitab suci, diutus bersamanya para Rasul dan tidak ada agama selain itu yang diterima oleh Allah SWT.

Tak lupa ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kami ucapkan kepada Dr. Rufman MM. selaku Dosen Mata kuliah Manajemen Produksi dan Operasional kami yang telah membimbing di kelas sehingga kami bisa menyelesaikan makalah ini.

Ucapan terima kasih juga kami ucapkan kepada para penbaca yang senantiasa mau membaca makalah ini. Penyusun berharap mudah-mudahan pembaca makalah ini dapat mengambil ilmu dari makalah ini walaupun cuma sedikit karena sehingga makalah ini menjadi bermanfaat bagi para pembaca.

Penyusun juga tidak menutup kemungkinan jika dalam penyusunan makalah ini terdapat kekurangan. Karena manusia tak luput dari salah dan lupa, jika itu ada bukan merupakan kesalahan yang disengaja.

Sebagai akhir dari kata pengantar ini, penyusun berpesan kepada para pembaca, agar memberikan saran serta kritikannya yang kemudian akan menjadi arahan bagi penyusun dalam menulis makalah-makalah selanjutnnya.

Jakarta, 14 November 2020 

   

     Penyusun


DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR i

DAFTAR ISI iii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang 1

B. Rumusan Masalah 5

C. Tujuan Penelitian 5

BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian Manajemen Produksi 8

B. Perkembangan Manajemen Produksi 8

C. Ruang Lingkup Manajemen Produksi 9

D. Fungsi dan Tujuan Manajemen Produksi 11

E. Strategi, Manufaktur, dan Manajemen Produksi 13

F. Manajemen Produksi dan Lingkungannya 14

G. Pembuatan Keputusan dalam Manajemen Produksi 16

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan 19

B. Saran 19

DAFTAR PUSTAKA



BAB I

PENDAHULUAN


Latar Belakang

Teh kali pertama masuk ke Hindia Timur pada abad ke-17. C.P. Cohen Stuart, ahli tanaman pada Algemeen Proefstation Voor Thee, Buitenzorg, menyebut Andreas Cleyer, seorang peneliti alam dari Jerman, sebagai pembawa pertama perdu teh ke Jawa.

Perdu teh itu berasal dari Jepang dan tumbuh dengan baik di Tanah Hindia. Kemudian asisten Andreas Cleyer membawa perdu teh itu ke Belanda untuk kepentingan penelitian pada 1687. Demikian keterangan Stuart dalam “Permulaan Budidaya Teh di Jawa” termuat di Sejarah Perusahaan-Perusahaan Teh Indonesia 1824—1924, Johannes Camphuys, Gubernur Jenderal Hindia Timur 1684—1691, turut berhasil menanam teh di halaman rumahnya, di Batavia. J.H. van Emden dan W.B. Deijs dalam Perkebunan Teh, menyatakan teh tersebut berasal dari Tiongkok. Camphuys menanamnya sebagai hiasan dan kesenangan.

Upaya mengubah orientasi penanaman teh di Hindia Timur terjadi pada 1728. Tuan-Tuan Tujuh Belas (Heeren XVII), para pemegang saham di Maskapai Dagang Hindia Timur (VOC), menyurati pemerintah VOC di Batavia tentang perlunya membudidayakan teh untuk perdagangan. Tapi pemerintah VOC di Batavia kurang berminat membudidayakan teh.

Seratus tahun setelah surat Tuan-Tuan Tujuh Belas VOC, pembudidayaan teh untuk keperluan dagang baru terlaksana di tanah Hindia. Tapi VOC sudah bangkrut sejak 1799 sehingga semua urusan mengenai Hindia dipegang oleh pemerintah Kerajaan Belanda.

Pieter Creutzberg dan J.T.M van Laanen dalam Sejarah Statistik Ekonomi di Indonesia mencatat bahwa pemerintah kolonial telah membuka perkebunan teh di Jawa Barat sepanjang 1833—1838. “Pada tahun 1835 teh Hindia Belanda untuk pertama kali masuk ke pasaran Amsterdam,” tulis Creutzberg dan Van Laanen.


Perkembangan selanjutnya muncul pada 1878. Masa ini mencatatkan pengenalan beraneka macam jenis teh dari Assam, India. Pengenalan ini tak lepas dari berakhirnya masa Tanam Paksa pada 1870 dan diganti oleh masa Undang-Undang (UU) Agraria 1870. UU ini membuka kesempatan luas bagi para pengusaha swasta untuk berinvestasi di Hindia Belanda.

Pertumbuhan ekspor teh dari Hindia Belanda meningkat sepanjang 1890—1920. “Beberapa tahun kemudian pertumbuhan ini tercermin dalam angka-angka ekspor,” lanjut Creutzberg dan Van Laanen. Peningkatan ekspor teh seiring dengan peningkatan produksi teh untuk konsumsi dalam negeri di Hindia Belanda.

Minum teh menjadi kebiasaan baru bagi masyarakat Hindia Belanda pada awal abad ke-20. Mereka membuat miuman teh dengan menaruh daun teh dalam cangkir atau gerabah. Air panas dituang, lalu daun teh itu disaring. Hasil saringan itu kemudian disajikan pada sore hari. Teh berpadu dengan makanan Eropa seperti pannekuk, pudding, dan tart.

Cara membuat teh seperti ini bertahan hingga 1960-an ketika orang Indonesia butuh cara lebih praktis untuk menghidangkan minuman teh. Seorang pengusaha bernama Johan Alexander Supit mulai berpikir tentang cara baru menyajikan minuman teh.

Johan mengetahui bahwa cara baru menyajikan minuman teh telah berkembang di luar Indonesia. Orang tak perlu lagi menyaring teh, melainkan cukup dengan mencelupnya ke air hangat. Teh demikian dibungkus dalam kemasan khusus (tea bags). Permintaan terhadap teh jenis ini cukup besar.

“Adanya permintaan besar akan teh celup itu juga mendorong timbulnya industri teh celup di Indonesia. Yang terkenal karena pertama-tama timbul dengan idea membuat teh celup itu adalah merek Sariwangi,” tulis James J. Spillane dalam Komoditi Teh: Peranannya dalam Perekonomian Indonesia. Sariwangi adalah jenama bikinan Johan Alexander Supit pada 1973. Sebelummya dia telah mendirikan perusahaan teh pada 1962.

Teh celup Sariwangi cepat memperoleh pasaran luas. Promosinya begitu masif. Iklannya hadir di media cetak. Citra iklannya menampilkan keluarga dengan sajian teh yang praktis. Keluarga menimati waktu luang mereka dengan minum teh tanpa repot. Iklan-iklan itu menyiratkan teh celup Sariwangi hangat sebagai simbol pengikat keluarga bahagia.

Peruntungan teh celup Sariwangi didukung pula oleh kebiasaan minum teh orang Indonesia. Penelitian Sundari Utama dari Universitas Indonesia mencatat kenaikan jumlah konsumsi teh orang Indonesia sejak 1987—1995.

“Perkiraan kenaikan konsumsi teh ini dimanfaatkan oleh para pengusaha di bidang industri pengolahan teh karena mereka mengantisipasikan bahwa usaha di bidang ini mempunyai masa depan yang cerah,” tulis Sundari dalam Strategi Bersaing dan Sikap dan Perilaku Konsumen Teh Celup.

Sundari juga menyebut bahwa teh celup Sariwangi telah menguasai 70 persen pangsa pasar teh di Indonesia pada 1993. Mereka bahkan berniat menambah penguasaan pasar hingga 90 persen. Saingan berat Sariwangi adalah teh Sosro.

Untuk menambah penguasaan pasar dan mengatasi persaingan dengan Sosro, Sariwangi bekerja sama dengan Unilever. Selain itu, mereka juga melakukan penjualan door to door. “Cara ini ditempuh karena teh celup ini adalah teh yang pertama kali diperkenalkan oleh Sariwangi kepada konsumen, sehingga dengan cara ini dapat mendidik konsumen bagaimana menggunakan teh celup serta membiasakan konsumen dengan teh celup,” lanjut Sundari.

Langkah Sariwangi terbukti efektif. Meski target penguasaan pasar gagal diraih, konsumen teh di Indonesia begitu lekat dengan nama Sariwangi. Sariwangi telah menjadi jenama terpandang ketika orang Indonesia berbicara tentang teh. Hingga akhirnya pengadilan mempailitkan PT SAEA dan PT MPISW pada 16 Oktober 2018.

Pihak Unilever yang mengakuisisi produk dan merek teh celup Sariwangi pada 1989, menegaskan bahwa PT SAEA dan PT MPISW bukan bagian atau anak perusahaan dari PT Unilever Indonesia Tbk. Unilever pun sudah tidak memiliki kerja sama apapun dengan kedua perusahaan itu. Jadi, masyarakat tak usah khawatir dan akan tetap bisa menikmati teh Sariwangi yang diproduksi sendiri oleh Unilever.

Berangkat Perusahaan dalam menjalankan aktivitasnya baik perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa maupun barang mempunyai tujuan yang sama yaitu memperoleh keuntungan. Selain itu perusahaan juga ingin memberikan kepuasan kepada konsumen atas produk yang dihasilkannya, karena kepuasan konsumen menjadi tolak ukur dari keberhasilan perusahaan dalam menghasilkan produk yang berkualitas, dan yang diinginkan oleh konsumen. Dalam mencapai strategi pemasaran yang tepat dan terbaik untuk diterapkan, salah satunya perusahaan dapat melihat dari faktor bauran pemasaran. Hal tersebut penting karena bauran pemasaran merupakan salah satu pokok pertimbangan konsumen dalam melakukan keputusan pembelian suatu produk. Jika perusahaan tidak peka terhadap apa yang dibutuhkan oleh konsumen, maka dapat dipastikan bahwa perusahaan akan kehilangan banyak kesempatan untuk menjaring konsumen dan produk yang ditawarkan akan sia-sia.

Pemasaran merupakan salah satu ilmu ekonomi yang telah lama berkembang, dan sampai pada saat sekarang ini pemasaran sangat mempengaruhi keberhasilan suatu perusahaan untuk bisa bertahan di dalam pangsa pasar. oleh karena itu diperlukan strategi pemasaran yang dapat memberikan pengaruh untuk menentukan berhasil atau tidaknya dalam memasarkan produknya. Apabila strategi pemasaran yang dilaksanakan perusahaan tersebut mampu memasarkan produknya dengan baik, hal ini akan berpengaruh terhadap tujuan perusahaan. Manajemen operasi (MO) mulai berkembang pesat sejak tahun 1910-an. Pada saat itu Frederick W Taylor mengembangkan konsep yang terkait dengan efisiensi di bidang produksi dengan menggunakan pendekatan ilmiah untuk menghitung produktivitas, menggunakan fungsi manajemen untuk menemukan dan menggunakan aturan dan prosedur dalam operasi sistem produksi.

Pemberitaan berasal dari kata dasar berita, yang menurut (Barus S.W., 2010: 26) adalah segala laporan mengenai peristiwa, kejadian, gagasan, fakta yang menarik perhatian dan penting untuk disampaikan atau dimuat pada media massa untuk diketahui atau menjadi kesadaran umum. Menurut Curtis D. MacDougall, terdapat lima syarat berita. Kelima syarat itu di antaranya timeliness, proximity, prominence, human interest, dan concequence. Pemberitaan dalam penelitian ini terkait dengan “Sariwangi” yang diberitakan “Pailit” di beberapa media massa khususnya media online. Berita-berita tersebut memuat kronologis kasus “Sariwangi Pailit” yang melibatkan PT Sariwangi Agricultural Estate Agency sebagai perusahaan yang dinyatakan Pailit, dan PT Unilever Indonesia Tbk yang mendapatkan banyak pertanyaan terkait kasus tersebut. Manajemen produksi merupakan salah satu bagian dari bidang manajemen yang mempunyai peran dalam mengoordinasikan berbagai kegiatan untuk mencapai tujuan. Untuk mengatur kegiatan ini, perlu dibuat keputusan-keputusan yang berhubungan dengan usaha-usaha untuk mencapai tujuan agar barang dan jasa yang dihasilkan sesuai dengan apa yang direncanakan. Dengan demikian, manajemen produksi menyangkut pengambilan keputusan yang berhubungan dengan proses produksi untuk mencapai tujuan organisasi atau perusahaan. Berdasarkan beberapa hal tersebut maka dapat disimpulkan bahwa adanya hubungan antara terjadinya biaya produksi yang ditimbulkan dengan model inovasi atau design yang merupakan salah satu elemen untuk mengukur strategi berkembangnya sebuah perusahaan atau growth corporate strategic.

Salah satu masalah pokok yang menjadi kendala dalam pemasaran adalah banyaknya saingan didalam pasar itu sendiri baik dari produk sejenis maupun dari produk lainnya, hal tersebut merupakan tanggung jawab besar yang harus dimenangkan oleh suatu perusahaan jika ingin tetap eksis didalam persaingan bisnis" Persaingan yang semakin tajam dan perubahan-perubahan yang terus terjadi harus dapat dijadikan pelajaran agar dapat secara proaktif mengantisipasi perubahan-perubahan yang terjadi baik untuk masa sekarang dan akan datang manajemen produksi dan operasi sangat penting untuk dipelajari bagi pelaku bisnis maupun wirausahawan. 


Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, penyusun merumuskan masalah yang akan dibahas dalam makalah ini sebagai berikut:

Apa konsep manajemen produksi?

Bagaimana perkembangan manajemen produksi?

Bagaimana ruang lingkup manajemen produksi?

Apa fungsi dan tujuan manajemen produksi?

Bagaimana strategi, manufaktur, dan manajemen produksi?

Bagaimana manajemen produksi dan lingkungannya?

Bagaimana pembuatan keputusan dalam manajemen produksi?


C. Tujuan Penelitian

Tujuan pembuatan makalah ini berupa tujuan umum dan tujuan khusus bertujuan umum pembuatan makalah ini adalah untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Manajemen Produksi dan Operasi. Sehingga mahasiswa dapat mengetahui, mendalami, mempelajari, dan memahami tentang materi tersebut "Adapun tujuan khusus pembuatan makalah ini adalah :

1. Untuk memahami mengenai manajemen produksi, yang meliputi & pengertian produksi, pengertian manajemen produksi, operasi-operasi sebagai suatusistem produktif, manajemen operasi sebagai kegiatan manajerial, Fungsi dan sistem produksi dan operasi, ruang lingkup manajemen produksi, sejarah perkembangan manajemen produksi, pentingnya manajemen operasi,hubungan Fungsi produksi dan lingkungan, pembuatan keputusan dalam produksi, etika produksi, peramalan

Forecasting, dan jenis-jenis peramalan dalam manajemen produksi

2. Untuk memahami mengenai strategi pemasaran, yang meliputi & definisi pemasaran, definisi manajemen pemasaran, konsep pemasaran, peranan pemasaran, Fungsi manajemen pemasaran, sistem pemasaran, audit pemasaran, konsep inti pemasaran, Filosofi manajemen pemasaran, kegiatan promosi, tanggung jawab sosial dan etika pemasaran, perencanaan distribusi yang tepat, pengambilan keputusan dalam pemasaran, tugas-tugas manajemen pemasaran, perencanaan pemasaran, merumuskan rencana pemasaran,organisasi pemasaran, penerapan dan pengendalian pemasaran, strategi pemasaran, dan pengembangan strategi pemasaran. untuk memahami mengenai perbedaan antara manajemen produksi dan manajemen pemasara

3. Manfaat dibuatnya makalah ini adalah mahasiswa dapat mengetahui, mempelajari, dan memahami mengenai manajemen produksi dan pemasaran "Selain itu, mengacu pada tujuan mata kuliah manajemen produksi dan operasi, dengan mendalami materi ini mahasiswa mampu mengembangkan kemampuan, pemahaman, serta penguasaan tentang konsep produksi dan pemasaran dalam perusahaan"(realita menunjukkan bahwa orientasi mahasiswa setelah lulus hanya mencarikerja bukan menciptakan lapangan kerja) dengan adanya makalah ini, mahasiswa dapat mengubah pola pikir menjadi lebih terbuka dan mau berwirausaha. Dengan adanya makalah ini juga dapat dimanaatkan oleh mahasiswa dan dosen untuk menambah wawasan dan referensi mengenai manajemen produksi dan operasi, mahasiswa dapat mengembangkan daya nalar dan sikap kritistehadap materi perkuliahan, khususnya materi manajemen produksi dan operasi dengan melakukan serangkaian kegiatan presentasi dan diskusi



BAB II

PEMBAHASAN


Pengertian Manajemen Produksi

Manajemen berasal dari kata manage yang artinya mengatur, sedangkan menurut Parker Follet manajemen adalah “seni melaksanakan pekerjaan melalui orang lain”. Menurut Peter Drucker manajemen lebih menekankan bagaimana seorang direktur memiliki sifat kepemimpinan yang bisa mendesain pengorganisasian dalam mengambil keputusan atau pencapaian tujuan.

Secara umum produksi diartikan sebagai suatu kegiatan atau proses yang mentransformasikan masukan (input) menjadi keluaran (output). Sedangkan produksi dalam istilah ekonomi mengacu pada segala kegiatan dalam menciptakan dan menambah kegunaan (utility) suatu barang atau jasa yang membutuhkan faktor-faktor produksi berupa tanah, modal, tenaga kerja, dan skills (organizational, managerial and technical skills).

Manajemen produksi merupakan salah satu bagian di bidang manajemen yang mempunyai peran dalam mengkoordinasikan kegiatan untuk mencapai tujuan. Untuk mengatur kegiatan ini, perlu di buat keputusan-keputusan yang berhubungan dengan usaha-usaha untuk mencapai tujuan agar barang dan jasa yang dihasilkan sesuai dengan apa yang direncanakan. Dengan demikian, manajemen produksi menyangkut pengambilan keputusan yang berhubungan dengan proses produksi untuk mencapai tujuan organisasi atau perusahaan.


Perkembangan Manajemen Produksi

Ilmu manajemen berkembang hampir seumur dengan lamanya manusia menghuni bumi ini. Banyak catatan membuktikan bahwa manajemen sudah di terapkan sejak jaman kuno. Penafsiran tulisan kuno di Mesir yang di perkirakan di tulis tahun 1300 sebelum Masehi menunjukkan bahwa organisasi dan administrasi negara telah di terapkan oleh para pelaksana negara pada zaman kuno.

Sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, bagian dari manajemen itu mengkhususkan diri untuk mengejar tujuannya masing-masing. Manajemen produksi termasuk ke dalam bidang manajemen yang mengkhususkan tujuannya. Manajemen produksi berkembang mengikuti perkembangan konsumsi masyarakat terhadap produk yang di hasilkan.

Perkembangan manajemen produksi terjadi berkat dorongan beberapa faktor yang menunjang yaitu:

Adanya pembagian kerja dan spesialisasi;

Revolusi industri;

Perkembangan alat dan teknologi;

Perkembangan ilmu dan metode kerja.


Ruang Lingkup Manajemen Produksi

Manajemen produksi merupakan salah satu bagian dari bidang manajemen yang mempunyai peran dalam mengkoordinasikan berbagai kegiatan untuk mencapai tujuan. Manajemen produksi dapat diterapkan di berbagai jenis organisasi atau perusahaan seperti industri manufaktur, perkebunan, pertanian, UKM maupun di bidang jasa.

Manajemen produksi juga diperlukan dalam pengaturan bangunan atau ruangan, mesin maupun peralatan, proses dalam produksi, pengaturan tenaga kerja dan berbagai kegiatan operasi lainnya. Kegiatan produksi ini dapat dibedakan dalam dua kelompok utama, yaitu organisasi manufaktur dan organisasi jasa.

Manajemen produksi merupakan kegiatan yang cakupannya cukup luas di mulai dari analisis dan penetapan keputusan-keputusan sebelum dimulainya produksi. Penambahan dan perancangan atau desain sistem produksi meliputi:

Seleksi dan desain hasil produksi, Kegiatan produksi harus dapat menghasilkan produk-produk barang atau jasa dengan cara efektif dan efisien serta dengan kualitas yang baik.

Seleksi dan perancangan proses serta peralatan, Setelah dilakukan seleksi terhadap produk, kegiatan yang harus dilakukan adalah menentukan jenis proses yang akan digunakan serta peralatannya.

Pemilihan lokasi perusahaan serta unit produksi, Dalam pemilihan lokasi, perlu diperhatikan faktor jarak, kelancaran dan biaya pengangkutan dari bahan baku serta biaya pengangkutan barang jadi ke pasar.

Rancangan tata letak (layout) dan arus kerja atau proses, Rancangan tata letak harus mempertimbangkan antara lain kelancaran arus kerja, optimalisasi waktu pergerakan dalam proses, kemungkinan kerusakan yang terjadi karena pergerakan dalam proses.

Rancangan tugas, Rancangan tugas harus merupakan kesatuan dari human engineering, dalam rangka menghasilkan rancangan kerja yang optimal.

Strategi produksi dan operasi serta pemilihan kualitas, Dalam strategi produksi dan operasi harus terdapat pernyataan tentang maksud dan tujuan produksi dan operasi serta misi dan kebijakan-kebijakan dasar untuk lima bidang yaitu, proses, kapasitas, persediaan, tenaga kerja, dan mutu.

Ruang lingkup manajemen produksi memiliki tiga kategori keputusan atau kebijakan utama yang tercakup di dalamnya, yaitu sebagai berikut:

Keputusan atau kebijakan mengenai desain. Desain dalam hal ini tergolong tipe keputusan berjangka panjang, dan dalam arti yang luas meliputi penentuan desain dari produk yang akan dihasilkan, desain atau lokasi dan tata letak pabrik, desain atas kegiatan pengadaan masukan yang diperlukan, desain atas metode dan teknologi pengolahan, desain atas organisasi perusahaan, dan desain atas job description dan job specification.

Keputusan atau kebijakan mengenai proses transformasi (operations). Keputusan operasi ini berjangka pendek, berkaitan dengan keputusan taktis, dan operasi. Di dalamnya terkait jadwal produksi, gilir kerja (shift) dari personal pabrik, anggaran produksi, jadwal penyerahan masukan ke subsistem pengolahan, dan jadwal penyerahan keluaran ke pelanggan atau penyelesaian produk.

Keputusan atau kebijakan perbaikan terus-menerus dari sistem operasi. Karena sifatnya berkesinambungan (terus-menerus), maka kebijakan tersebut bersifat rutin. Kegiatan yang terakup di dalamnya pada pokoknya meliputi perbaikan terus-menerus dari mutu keluaran, keefektifan dan keefisienan sistem, kapasitas dan kompetensi dari para pekerja, perawatan sarana kerja atau mesin, serta perbaikan terus-menerus atas metode penyelesaian atau pengerjaan produk.


Fungsi dan Tujuan Manajemen Produksi

Fungsi Manajemen Produksi

Manajemen produksi dan operasi tidak hanya manajemen pabrik manufaktur. Dalam pembahasan manajemen produksi dan operasi, di samping menyangkut pembahasan organisasi pabrik manufaktur, juga menyangkut pembahasan organisasi jasa, seperti perbankan, rumah sakit dan jasa transportasi. Perusahaan atau organisasi jasa, pertumbuhannya sangat pesat, dan dari hasil-hasil penemuan dapat diketahui bahwa teknik-teknik manajemen produksi dan operasidapat dipergunakan secara efektif untuk mengurangi biaya dan memperbaiki hasil jasa yang ditawarkan atau dijual. Dalam kegiatan produksi dan operasi tercakupseluruh proses yang mengubah masukan input dan menggunakan sumber-sumber daya untuk menghasilkan keluaran output yang berupa barang atau jasa. Dalam suatu kegiatan produksi dan operasi, manajer produksi dan operasiharus mampu membina dan mengendalikan arus masukan input dan keluaran output, serta mengelola penggunaan sumber-sumber daya yang dimiliki" Agar kegiatan dan fungsi produksi dan operasi dapat lebih efektif, maka para manajer harus mampu mendeteksi masalah-masalah penting serta mampu mengendalikandan mengawai sumber-sumber daya yang sangat terbatas"

 Secara matematis, fungsi produksi merupakan persamaan yang menunjukkan hubungan antara input dan output.

Persamaan ini dapat dirumuskan sebagai

  β = f (S + T + M + KT)

Keterangan :

β = jumlah barang/jasa yang dihasilkan

f  = fungsi, simbul peranan fungsional

S = sumber daya alam 

T = tenaga kerja

M = modal dan sarana

KT = kewirausahaan dan teknologi

Manajer produksi dan operasi harus dapat merencanakan secara efektif penggunaan sumber-sumber daya yang sangat terbatas, memperkirakan dampak pada sasaran dan mengorganisasikan pengimplementasian dari rencana berdasarkan rencana yang disusun maka keputusan-keputusan yang lebih terinci harus dibuat, seperti besarnya partai dari produk untuk macam-macam yang berbeda, waktu-waktu lembur dan variabel-variabel tenaga kerja yang lain, prosedur pengendalian mutu, pemesanan bahan dan banyak prosedur-prosedur lain yang harus diterapkan atau diimplementasikan" Rencana tidak harus selalu diikuti ketidaktepatan peramalan atau prakiraan penjualan serta banyak alasan-alasan lain. 

Manajer produksi dan operasi membuat keputusan-keputusan mengenai fungsi produksi dan operasi, serta sistem transformasi yang dipergunakan. Dari uraian ini terdapat beberapa pengertian yang penting mendukung pelaksanaan kegiatan manajemen produksi dan operasi, yaitu fungsi, sistem dan keputusan 

Pertama, mengenai fungsi dapatlah dinyatakan bahwa manajer produksi dan operasi bertanggung jawab untuk mengelola bagian atau fungsi dalamorganisasi yang menghasilkan barang atau jasa. jadi istilah produksi dan operasi dipergunakan untuk menunjukkan fungsi yang menghasilkan barang atau jasa" Sehingga produksi atau operasi sama halnya dengan pemasaran dan keuangan atau pembelanjaan sebagai salah satu fungsi organisasi perusahaan dan merupakan salah satu fungsi bisnis"

Kedua, mengenai sistem, dalam hal ini terkait dengan perumusan sistem transformasi yang menghasilkan barang atau jasa" Pengertian sistem ini tidak hanya pada pemahaman produksi dan operasinya, tetapi yang lebih penting lagi adalah sebagai dasar untuk perancangan dan penganalisisan operasi produksi, yang terdapat dalam proses pengkonversian di dalam persahaan. Dalam hal kita berbicara tentang sistem keseluruhan dalam perusahaan, dimana terkait dengan bidang-bidang fungsi lain diluar produksi dan operasi.

Secara umum fungsi produksi terkait dengan pertanggung jawaban dalam pengolahan dan mentransformasikan masukan (input) menjadi keluaran (output) berupa barang atau jasa yang akan memberikan hasil pendapat bagi perusahaan. Empat fungsi terpenting dalam fungsi produksi adalah:

Proses pengolahan, merupakan metode atau teknik yang digunakan untuk pengolahan masukan (input).

Jasa-jasa penunjang, merupakan sarana yang berupa pengorganisasian yang perlu untuk penetapan dan metode yang akan dijalankan sehingga proses pengolahan dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien.

Perencanaan, merupakan keterkaitan dan pengorganisasian dari kegiatan produksi yang akan dilakukan dalam suatu dasar waktu atau periode tertentu.

Pengendalian atau pengawasan, merupakan fungsi untuk menjamin terlaksananya kegiatan sesuai dengan yang direncanakan, sehingga maksud dan tujuan untuk penggunaan dan pengolahan masukan (input) pada kenyataannya dapat dilaksanakan.

Tujuan Manajemen Produksi

Perencanaan produksi, Bertujuan agar dilakukannya persiapan yang sistematis bagi produksi yang akan dijalankan. Keputusan yang harus dihadapi dalam perencanaan produksi

Pengendalian produksi Bertujuan agar mencapai hasil yang maksimal demi biaya seoptimal mungkin.

Pengawasan produksi Bertujuan agar pelaksanaan kegiatan dapat berjalan sesuai dengan rencana.



Strategi, Manufaktur, dan Manajemen Produksi

Secara umum, manajemen bisnis global (internasional) meliputi dua hal yaitu kegiatan produksi dan manajemen bahan baku. Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan tujuan untuk menekan biaya penciptaan nilai dan untuk melayani kebutuhan konsumen dengan baik (nilai tambah).

Produksi didefinisikan sebagai kegiatan mengubah barang mentah menjadi barang setengah jadi atau barang jadi sehingga dapat menambah nilai guna barang tersebut. Produksi merupakan kegiatan yang mencakup penciptaan suatu produk. Namun istilah produksi tidak hanya digunakan dalam penciptaan barang saja tetapi juga digunakan dalam kegiatan jasa.

Manajemen bahan adalah kegiatan mengatur (planing, organazing, actuating, controlling) penyebaran material fisik melalui rantai nilai. Mulai dari usaha mendapatkan material tersebut melalui produksi sampai pendistribusiannya. Fungsi manajemen bahan bagi pihak internal perusahaan adalah biaya produksi yang lebih rendah dan peningkatan kualitas produk secara simultan melalui peniadaan produk rusak atau cacat baik dari rantai suplai dan proses pabrikasi.

Perusahaan yang mengembangkan kontrol kualitasnya dapat mengurangi biaya penciptaan nilai melalui 3 cara yaitu:

Memanfaatkan waktu seefektif dan seefisien mungkin dalam memproduksi barang sehingga tidak terdapat produk yang kurang berkualitas dan tidak dapat dijual.

Meningkatkan kualitas produk dengan menekan biaya pekerjaan ulang (rework) dan biaya tambahan (scrap costs).

Meminimalkan biaya jaminan dan biaya pekerjaan ulang untuk mendapatkan kualitas produk yang lebih baik.


Manajemen Produksi dan Lingkungannya

Pentingnya Manajemen Operasi

Alasan pertama pentingnya mempelajari manajemen produksi adalah topik-topik yang dipelajari dalam manajemen produksi berkaitan dengan desain, operasi dan pengawasan sisi penawaran organisasi-organisasi. Semua organisasi ada untuk memenuhi permintaan tersebut. Dengan pemahaman dasar tentang apa yang dilakukan untuk mengembangkan dan mengoperasikan sistem-sistem produksi, para manajer pemasaran dapat melayani pasar dan mengelola tenaga penjualan mereka dengan secara lebih baik bila mereka memahami kemampuan dan keterbatasan sistem permintaan-penawaran total mereka, pengenalan produk baru, dan kemampuan produk baru. Manajer keuangan dapat merencanakan ekspansi kapasitas dan akan dapat memahami tujuan-tujuan persediaan secara lebih baik.

Para akuntan mementingkan ini untuk memberi informasi akuntansi biaya, rasio-rasio pemanfaatan kapasitas, penilaian persediaan, dan informasi lain untuk pengawasan. Para manajer personalia juga dapat memperoleh suatu pengetahuan tentang kompleksitas desain pekerjaan, fungsi-fungi yang dilaksanakan manajer produksi, serta keterampilan-keterampilan yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan mereka.

Alasan kedua pentingnya mempelajari manajemen operasi adalah bahwa sekitar 70 persen aktiva-aktiva dalam berbagai organisasi manufakturing dan pemrosesan adalah berbentuk persediaan-persediaan, pabrik dan peralatan yang secara langsung atau tidak langsung berada di bawah pengawasan para manajer produksi atau operasi manajer, manajer bahan, manajer peralihan, dan para penyelia produksi yang semuanya merupakan anggota organisasi manajemen operasi dan produksi.

Alasan ketiga adalah untuk memperoleh pengetahuan tentang berbagai macam tekanan yang dihadapi manajer sebagai usaha mereka untuk melaksanakan tanggung jawab sosial perusahaan terhadap masyarakat. Para manajer produksi dan operasi harus memenuhi keinginan pemilik, sebagai pemegang saham perusahaan atau anggota legislatif. Tetapi, di lain sisi mereka harus beroperasi dalam sistem sosial dan mempunyai kewajiban-kewajiban terhadap masyarakat.

Alasan terakhir untuk mempelajari manajemen produksi atau operasi adalah bahwa ada kesempatan pekerjaan dan karier yang cerah bagi individu kreatif yang berminat terjun dalam karier profesional di bidang manajemen produksi atau operasi dan manajemen pelatihan.

Hubungan Fungsi Produksi Dan Lingkungannya

Pesanan-pesanan diterima oleh departemen penjualan yang merupakan bagian fungsi pemasaran; bahan mentah dan suplai didapatkan melalui fungsi pembelian; modal untuk pembelian berbagai peralatan datang dari fungsi keuangan; tenaga kerja diperoleh melalu fungsi personalia; dan produk dikirim oleh fungsi distribusi. Penyanggan fungsi produksi dari pengaruh lingkungan secara langsung diperlakukan untuk alasan di antaranya interaksi dengan unsur-unsur lingkungan, proses transformasi teknologi yang lebih efisien daripada proses yang diperlukan dalam pengadaan masukan dan penjualan produk akhir, keterampilan manajerial yang diperlukan untuk keberhasilan operasi proses transformasi sering berbeda dengan yang diperlukan untuk keberhasilan operasi pemasaran, personalia, atau keuangan.

Organisasi Formal Fungsi Produksi

Pengorganisasian fungsi produksi merupakan proses penyusun struktur organisasi departemen produksi yang sesuai dengan tujuan organisasi, sumber daya yang dimiliknya, dan lingkungan yang melingkupinya.


Pembuatan Keputusan dalam Manajemen Produksi

Pembuatan keputusan merupakan elemen penting manajemen operasi dan produksi. Pembuatan keputusan dapat dipandang dari berbagai perspektif yang berbeda. Pembuatan keputusan merupakan keseluruhan proses pencapaian suatu keputusan dari identifikasi awal melalui pengembangan dan penilaian alternatif-alternatif sampai pemilihannya.

Proses pembuatan keputusan diawali dengan perumusan masalah yang dilakukan dengan menguji hubungan sebab-akibat, mencari penyimpangan-penyimpangan, dan yang paling penting adalah berkonsultasi dengan pihak lain. Selanjutnya pengembangan alternatif-alternatif dengan mengumpulkan dan analisa data yang relevan. Dari data tersebut ditentukan alternatif dikembangkan sebelum diambil suatu keputusan.

Setelah dikembangkannya alternatif maka langkah selanjutnya adalah evaluasi alternatif- alternatif yang tergantung pada kriteria pemilihan keputusan yang tepat. Evaluasi alternatif dipermudah dengan penggunaan model-model matematik formal. Ini memungkinkan pembuat keputusan untuk menguantifikasikan kriteria dan batasan-batasan serta mengevaluasi berbagai alternatif berdasarkan kerangka model. Pemilihan alternatif dilakukan untuk mengevaluasi alternatif-alternatif untuk mempermudah alternatif yang tinggi. Alternatif yang terpilih sering hanya berdasarkan jumlah informasi terbatas yang tersedia bagi manajer dan ketidaksempurnaan keputusan manajer. Pilihan alternatif terbaik pun sering merupakan kompromi berbagai faktor yang dipertimbangkan.

Implementasi keputusan. Suatu keputusan belum selesai sebelum diterapkan dalam praktik. Langkah ini sama krusialnya dengan proses pembuatan keputusan secara keseluruhan. Pemahaman akan perubahan organisasi adalah kunci sukses implementasi. Implementasi tidak sekedar menyangkut pemberian perintah, namun dalam hal ini manajer harus menetapkan jadwal kegiatan atau anggaran, mengadakan dengan mengalokasikan sumber daya yang diperlukan serta melimpahkan wewenang dan tanggung jawab tertentu.

Dalam situasi dan kondisi yang semakin berkembang, maka banyak perusahaan yang membuat keputusan untuk mengembangkan bisnis ke dunia internasional. Ada beberapa alasan yang mendasari perusahaan Sariwangi menjadi global. Di antaranya adalah sebagai berikut:

Efisiensi biaya

Banyak cara yang telah dilakukan oleh perusahaan yang beroperasi secara global atau secara internasional untuk dapat mengurangi berbagai biaya, antara lain dengan cara:

Pemilihan lokasi yang menyediakan biaya tenaga kerja rendah.

Pemanfaatan adanya kesepakatan perdagangan yang berdampak pada kemajuan perusahaan.

Perbaikan manajemen rantai pasokan

Dengan menempatkan fasilitas di suatu negara di mana sumber daya tertentu berada, maka pengelolaan manajemen rantai pasokan dapat lebih terjamin. 

Sebagai contoh, biaya transportasi bisa mencapai 25% harga jual produk (bergantung pada produk dan tipe produksi atau jasa yang diberikan). Hal ini berarti bahwa seperempat total pendapatan perusahaan mungkin dibutuhkan hanya untuk menutup biaya pengangkutan bahan mentah yang masuk dan produk jadi yang keluar dari perusahaan. Biaya lain yang dapat dipengaruhi oleh lokasi, antara lain pajak, upah, biaya bahan mentah, dan sewa. Beberapa unsur biaya, misalnya biaya angkutan, mungkin lebih tinggi untuk kota A dan lebih rendah untuk kota B, tetapi biaya tenaga listrik misalnya sebaliknya. Pada akhirnya harus mencari lokasi yang memberikan biaya minimum. Dalam hal ini sariwangi sudah tepat dengan dekatnya para supplier sehingga tidak ada hambatan waktu dalam proses produksi

Pemberian produk yang lebih baik

Karena karakteristik produk yang diinginkan konsumen sangat bervariasi dan ditentukan oleh masing-masing lokasi maka banyak perusahaan yang beroperasi secara internasional menempatkan diri di suatu Negara tertentu maka produk perusahaan tersebut dipasarkan, misalnya disesuaikan dengan budaya yang berlaku, dalam hal ini sariwangi bisa menghasilkan produk seperti minuman dalam kemasan dengan berbagai varian rasa. Hal ini yang harus lebih diperhatikan seperti saingan atau kompetitor lainnya yang membuat suatu terobosan yang mendongkrak penjualan guna meraih keuntungan.

Menarik pasar baru

Perusahaan yang wilayah pemasarannya di dalam beberapa kota dalam tanah jawa sudah terbatas, maka dapat melihat pelosok-pelosok kota atau luar pulau lainnya, guna memanfaatkan pasar luar daerah tersebut yang masih terbuka untuk digunakan sebagai tempat usaha dengan memperhatikan berbagai aspek. 





BAB III

PENUTUP


Kesimpulan

Pentingnya mempelajari manajemen produksi adalah topik-topik yang dipelajari dalam manajemen produksi berkaitan dengan desain, operasi dan pengawasan sisi penawaran organisasi-organisasi. Proses pembuatan keputusan diawali dengan perumusan masalah yang dilakukan dengan menguji hubungan sebab-akibat, mencari penyimpangan-penyimpangan, dan yang paling penting adalah berkonsultasi dan berkoordinasi dengan pihak lain.

Dapat disimpulkan, pada perusahaan sariwangi terdapat kekurangan perencanaan yang matang, kurang inovasi dalam produksi. Walaupun bagusnya  pengawasan dalam menggenjot jumlah produksi akan tetapi mengakibatkan buruknya hasil pemasaran produksi. Sehingga terjadilah kerugian yang berdampak pada kepailitan karena tidak bisa membayar biaya produksi. 

Di samping hasil produksi yang harus bagus kualitasnya juga harus di pikirkan pula agar jangan sampai terjadi hasil produksi bagus tapi ongkos yang diperlukan untuk keperluan itu terlalu besar. Biaya produksi yang terlalu tinggi akan berakibat harga pokok produksinya menjadi besar dan hal ini akan mengakibatkan tingginya harga jual produk, sehingga akan tidak terjangkau oleh konsumen. Inilah yang merupakan tugas dari bagian produksi. Tugas-tugas tersebut akan dapat terlaksana dengan baik dengan mengacu pada pedoman kerja tertentu. Pedoman kerja yang harus menjadi arah kerja bagi bagian produksi agar terciptanya anggaran yang sehemat mungkin.


Saran

Dalam pembuatan makalah ini mungkin masih terdapat beberapa kesalahan baik dari isi dan cara penulisan. Untuk itu kami sebagai penulis mohon maaf apabila pembaca merasa kurang puas dengan hasil yang kami sajikan, dan kritik beserta saran juga kami harapkan agar dapat menambah wawasan untuk memperbaiki penulisan makalah kami.



DAFTAR PUSTAKA


http://rankingpertama.blogspot.co.id/2017/04/makalah-manajemen-produksi.html

http://baharuddinrofid.blogspot.co.id/2014/09/makalah-manajemen-produksi.html

https://nadyanitasari.wordpress.com/2012/03/16/manajemen-produksi

https://ristimulyaa.wordpress.com/2011/12/03/manajemen-produksi

Philip Kotler, Gary Armstrong" 166;"Dasar-dasar Pemasaran Jilid edisi bahasa Indonesia

Dr. H.A. Rusdiana,M.M. Manajemen Operasi:Penerbit Pustaka Setia. Bandung: Cet. I: Oktober 2014, 16 ×24 cm, xii + 402 

Nassa, Hairulhan" 2013" Manajemen Produksi dan operasi! on line" Dalamhttp:hanhairulnassa"blogspot.co.idF2013/12/manajemen-produksi-dan-operasi"html" Diakses pada 12 September 2015

Comments